Rabu, 13 Mei 2015

MAKALAH JASMANI ROHANI DAN AKAL
ILMU BUDAYA DASAR













Nama : Muhammad Reyhan Ghozian
NPM   : 57414479
Kelas  : 1IA01


TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015














BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna memiliki unsur jasmani dan rohani dan akal. Unsur fisik yaitu berupa jasmani (raga) dan unsur psikis berupa rohaninya (jiwa) dan unsur pemikiran (akal). Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak dapat disebut sebagai individu lagi. Ketiga unsur tersebut harus berjalan dengan seimbang dan harus tercukupi pemenuhannya. Selain itu manusia tidak dapat hidup tanpa kehadiran manusia lain itulah yang menyebabkan adanya dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Tidak ada manusia yang sama persis di dunia ini walaupun kembar sekalipun,setiap manusia memiliki keunikan tersendiri. Atas dasar hal tersebut sering sekali terjadi konflik di dalam kehidupan. Rutinitas sehari- hari yang dilakukan secara terus menurus pula kerap kali menimbulkan titik jenuh yang akhirnya menimbulkan stress dan ketegangan psikis.
1.2. TUJUAN
• Memahami Pengertian Manusia
• Memahami Pengertian Rohani
• Memahami Pengertian Akal
• Mengetahui Hubungan Manusia dengan Akal Pikiran, Rohani dan Jasmaninya





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Manusia

Pengertian Manusia

            Menurut saya manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Bukan hanya itu saja pengertian manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosil. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Setiap manusia pasti memiliki pola pikir dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia dilengkapi dengan akal. Pola pikir membentuk kepribadian yang sangat unik dalam hidup manusia. hal ini terutama terlihat dalam  pola kita menentukan cita-cita, impian dan tujuan hidup.Terkadang pola pikir itu dapat timbul dengan sendirinya ketika manusia itu mendapat suatu permasalahan yang akhirnya menyebabkan terbentuk karakternya oleh permasalahannya itu sendiri. Sehingga manusia itu memiliki langkah atau cara untuk mengatasi dan menyelsaikan masalah tersebut.

2.2 Jasmani

Jasmani adalah berhubungan dengan kesehatan dan rekreai fisik, yang memberi kesanggupan untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembeda fiik yang layak.

Pendidikan Jasmani

Pendidikan Jasmani adalah ­ Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila.

Kesehatan Jasmani
Pengertian Kesehatan Jasmani - Kesehatan merupakan dasar peningkatan dan pembinaaan kesegaran jasmani. Pola hidup sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program yang meliputi program kesehatan, kesegaran jasmani, gizi dan aktifitas rekreasi yang bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya produktifitas tubuh yang tinggi.


Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah sebagai berikut:
·                     berpenampilan lebih sehat dan ceria;
·                     dapat tidur nyenyak;
·                     dapat menikmati kehidupan sosial;
·                     dapat berkarya lebih baik;
·                     dapat meningkatkan produktivitas kerja;
·                     berpikir sehat dan positif;
·                     merasa tentram dan nyaman;
·                     memiliki rasa percaya diri dan hidup seimbang

Pola Hidup Sehat

Menurut Kotler [2002 p 192] pola hidup sehat adalah gambaran dari aktivitas atau kegiatan kita yang di dukung oleh keinginan dan minat kita dan bagaimana pikiran kita menjalaninya dalam berinteraksi dengan linkungan kita. Tentu nya akan hal yang baik baik ya.
Tahukah anda orang orang zaman dahulu sehat sehat, bahkan umur mereka lebih panjang dari pada kita, padahal mereka belum mengerti pola hidup sehat secara alami ataupun hidup yang berkualitas, tapi kenapa mereka tetap sehat sehat saja?. Jawabannya adalah mereka selalu memakan makanan yang masih segar, tanpa pengawet, tanpa zat zat kmia yang terkandung di dalamnya. Mereka juga tidak pernah mengkonsumsi makanan siap saji yang banyak mengandung zat zat kimia yang perlahan lahan mengikis kesehatan seperti kita.




2.3 Rohani

Rohani adalah sesuatu hal yang berasa diatas moral. Rohani dikaitkan dengan hati, kalbu, jiwa, mental, fikiran dan sebagainya yang mewujudkan sebagai suatu unsur peribadi manusia yang paling unik yang tidak dapat dilihat oleh pancaindera. Tetapi gejala dalam kerjanya dapat dirasakan misalnya: menangkap dan menyimpan pengertian, mengingat, berfikir, berkemahuan, rindu, sedih, gembira dan sebagainya.  Jika seseorang sehat rohaninya ia akan memiliki kemampuan beramal yang tinggi, gairah bekerja dan bersemangat untuk maju dalam kebaikan. Sebaliknya orang yang mengidap penyakit rohani akan memperlihatkan kemundurannya dalam kemampuan bekerja, hilang gairah dan semangatnya untuk maju. Yang menonjol hanyalah kelemahan dan kemalasan.

Kesehatan Rohani

Pengertian Kesehatan Rohani

Istilah "KESEHATAN  MENTAL" di ambil dari konsep mental hygiene. Kata mental di ambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Jadi istilah mental hygiene dimaknakan sebagai kesehatan mental atau jiwa yang dinamis bukan statis karena menunjukkan adanya usaha peningkatan. (Notosoedirjo & Latipun,2001:21).
Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa:
“Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.
            Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

           


Ciri-Ciri  Mental/ Rohani yang Sehat

Adapun cirri-ciri rohani yang sehat yaitu sebagai berikut:

1.      Terhindarnya orang dari gejala - gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala - gejala penyakit jiwa(psychose).

2.       Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.

3.      Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagian diri dan orang lain; serta terhindar dari gangguan - gangguan dan penyakit jiwa.

4.       Terwujudnya keharmonisan yang sungguh - sungguh antara fungsi - fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem - problem biasa yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya.


            Penyebab Penyakit Rohani

Gejala-gejala umum yang kurang sehat mentalnya, yakni dapat dilihat dalam beberapa segi, antara lain:

 Perasaan
Orang yang kurang sehat mentalnya akan selalu merasa gelisah karena kurang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.

Pikiran
Orang yang kurang sehat mentalnya akan mempengaruhi pikirannya, sehingga ia merasa kurang mampu melanjutkan sesutu yang telah direncanakan sebelumnya, seperti tidak dapat berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu pekerjan, pemalas, pelupa, apatis dan sebagainya.

Kelakuan
Pada umumnya orang yang kurang sehat mentalnya akan tampak pada kelakuan-kelakuannya yang tidak baik, seperti keras kepala, suka berdusta, mencuri, menyeleweng, menyiksa orang lain, dan segala yang bersifat negatif.


             Upaya Menuju Kesehatan Rohani

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menuju kesehatan rohani yaitu sebagai berikut:

1.  Berolah raga. Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan mengobati depresi daripada obat-obatan.

2.  Ekspresikan cinta. Memberi dan mendapatkan cinta kasih membuat hidup kita bahagia. Mencurahkan cinta kasih kepada keluarga, kerabat dan orang lain adalah kunci kebahagiaan rohani. Membantu orang lain membuat hidup kita lebih bermakna dan kehadiran kita diharapkan.

3.  Kurangi Menonton Televisi, Film dan Video/Online Game. Menonton televisi, film atau bermain game berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Kekerasan dalam tayangan berita, film laga, dan game dapat mengurangi keseimbangan emosional, membuat depresi dan mempengaruhi respon emosi kita. Setelah melihat begitu banyak kekerasan, kita bisa tidak lagi mengenalinya sebagai kekerasan. Kilasan iklan televisi juga dapat menyebabkan indera dan otak kita overload dan kelelahan.




2.4 Akal
              
Akal adalah suatau oeralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah satu dan yang benar serta menganalisi sesuatu yang kemampuannya tergantung pengalaman dan tingkat pendidikan pemiliknya. Akal berfungsi untuk mengigat, menyimpulkan, menganalisa, menilai apakah sesuai benar atau salah.

Fungsi Akal
·         Akal memiliki fungsi yaitu sebagai berikut     :
·         Sebagai alat yang strategis untuk mengungkap dan mengetahui kebenaran
·         Merupakan potensi dan modal yang melekat pada diri manusia
·         Untuk mengelola dan memakmurkan bumi dan seisinya.
·         Sebagai tolak ukur akan kebenaran dan kebatilan.
·         Sebagai alat untuk mencerna berbagai hal dan cara tingkah laku yang benar.
·         Sebagai Alat penemu solusi ketika permasalahan datang.
Namun demikian, bagaimana pun hasil akhir pencapaian akal tetaplah relatif dan tentatif. Untuk itu, diperlukan adanya koreksi, perubahan dan penyempurnaan teru-menerus.


            2.5 Hubungan dan Potensi Akal, Jasmani dan Rohani 

      Pada dasarnya manusia adalah mahluk yang mulia. Manusia di karuniai akal dan pikiran oleh Tuhan. Oleh karena itu kita harus mengetahui potensi akal itu seperti apa dan bagaimana cara mengembangkannya. 
Kata akal sendiri berarti suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuannya sangat tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan, formal maupun informal, dari manusia pemiliknya. Dengan akal atau pikiran manusia dapat berkreasi, berkarya, berbudi.
Akal bias dikatakan pusatnya manusia. Jika kita memiliki akal yang sehat maka akan sangat berpengaruh pada kehidupan sehr-hari kita. Karena setiap tingkah laku kita tidak lepas dari akal. Kita berpikir menggunakan akal kita, tindakan bias terjadi dari pikiran kita, jadi sangan berkesinambungan. Jika kita ingin meningkatkan potensi akal kita, maka kita harus terus menggali.
Yang berikutnya potensi jasmani. Jasmani sendiri yang berarti tubuh,jasad,bentuk fisik dari manusia. Sebagai manusia yang sudah dikaruniai jasmani yang sempurna oleh Tuhan, maka sepatutnyalah kita menjaga jasmani kita. Misalnya menjaga kesehatan denga makanan-makanan yang sehat, juga kita melihat hal bermanfaat apa yang dapat kita lakukan dengan jasmani kita. Kita bisa mengembangkannya dengan berolahraga dan menjaga jasmani kita.
            Kemudian potensi rohani, rohani juga sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Jika seseorang memiliki potensi rohani yang bai maka kehidupannya akan baik pula. Masalah tentang rohani menurut saya sangat berhubungan antara manusia dengan Penciptanya. Jika kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan maka kita akn mendapatkan potensi-potensi rohani kita. Ini merupakan inti dari kehidupan kita, karena dari hubungan dengan Penciptalah seseorang menentukan akal mereka. Maskudnya jika seseorang ingin berpiliran tidak baik, jika dia memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan maka pikiran yang tidak bai tersebut akan hilang. 

BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan

   Dalam kehidupan, manusia memiliki akal, jasmani dan rohani. masing-masingnya memiliki fungsi yang sangat vital tentunya. Manusia sudah tentu memiliki akal akan tetapi jika ia tidak menggunakan akalnya dengan baik maka ia kan tertinggal juga manusia memiliki jasmani, dimana  jika jasmani kita baik maka aktifitas akan lancar dan terakhir manusia memiliki rohani yaitu ketuhanan, dengan Rohani yang baik maka ia pun akan damai.







DAFTAR PUSTAKA