MAKALAH JASMANI ROHANI DAN AKAL
ILMU BUDAYA DASAR
Nama :
Muhammad Reyhan Ghozian
NPM :
57414479
Kelas :
1IA01
TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Manusia
sebagai makhluk yang paling sempurna memiliki unsur jasmani dan rohani dan akal.
Unsur fisik yaitu berupa jasmani (raga) dan unsur psikis berupa rohaninya
(jiwa) dan unsur pemikiran (akal). Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi
maka seseorang tidak dapat disebut sebagai individu lagi. Ketiga unsur tersebut
harus berjalan dengan seimbang dan harus tercukupi pemenuhannya. Selain itu
manusia tidak dapat hidup tanpa kehadiran manusia lain itulah yang menyebabkan
adanya dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Tidak ada
manusia yang sama persis di dunia ini walaupun kembar sekalipun,setiap manusia
memiliki keunikan tersendiri. Atas dasar hal tersebut sering sekali terjadi
konflik di dalam kehidupan. Rutinitas sehari- hari yang dilakukan secara terus
menurus pula kerap kali menimbulkan titik jenuh yang akhirnya menimbulkan
stress dan ketegangan psikis.
1.2. TUJUAN
• Memahami Pengertian Manusia
• Memahami Pengertian Rohani
• Memahami Pengertian Akal
• Mengetahui Hubungan Manusia dengan Akal Pikiran, Rohani dan Jasmaninya
• Mengetahui Hubungan Manusia dengan Akal Pikiran, Rohani dan Jasmaninya
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Manusia
Pengertian Manusia
Menurut saya manusia adalah makhluk yang
paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena manusia mempunyai
akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi
diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita bisa memilih perbuatan
mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Bukan
hanya itu saja pengertian manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk
pribadi dan makhluk sosil. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi
manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk
pribadi sekaligus makhluk sosial. Setiap manusia pasti memiliki pola pikir
dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia dilengkapi
dengan akal. Pola pikir membentuk kepribadian yang sangat unik dalam hidup
manusia. hal ini terutama terlihat dalam pola kita menentukan cita-cita,
impian dan tujuan hidup.Terkadang pola pikir itu dapat timbul dengan sendirinya
ketika manusia itu mendapat suatu permasalahan yang akhirnya menyebabkan
terbentuk karakternya oleh permasalahannya itu sendiri. Sehingga manusia itu
memiliki langkah atau cara untuk mengatasi dan menyelsaikan masalah tersebut.
2.2
Jasmani
Jasmani
adalah berhubungan dengan kesehatan dan rekreai fisik, yang memberi kesanggupan
untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap
pembeda fiik yang layak.
Pendidikan
Jasmani
Pendidikan
Jasmani adalah Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan
seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara
sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh
pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan
keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis
dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila.
Kesehatan Jasmani
Pengertian Kesehatan Jasmani - Kesehatan merupakan dasar peningkatan dan pembinaaan kesegaran jasmani. Pola hidup
sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program yang meliputi program
kesehatan, kesegaran jasmani, gizi dan aktifitas rekreasi yang bila
dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya produktifitas
tubuh yang tinggi.
Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah sebagai berikut:
·
berpenampilan
lebih sehat dan ceria;
·
dapat tidur
nyenyak;
·
dapat
menikmati kehidupan sosial;
·
dapat
berkarya lebih baik;
·
dapat
meningkatkan produktivitas kerja;
·
berpikir
sehat dan positif;
·
merasa
tentram dan nyaman;
·
memiliki
rasa percaya diri dan hidup seimbang
Pola Hidup
Sehat
Menurut Kotler [2002 p 192] pola hidup sehat adalah
gambaran dari aktivitas atau kegiatan kita yang di dukung oleh keinginan dan
minat kita dan bagaimana pikiran kita menjalaninya dalam berinteraksi dengan
linkungan kita. Tentu nya akan hal yang baik baik ya.
Tahukah anda
orang orang zaman dahulu sehat sehat, bahkan umur mereka lebih panjang dari
pada kita, padahal mereka belum mengerti pola hidup sehat secara alami ataupun hidup yang berkualitas,
tapi kenapa mereka tetap sehat sehat saja?. Jawabannya adalah mereka selalu
memakan makanan yang masih segar, tanpa pengawet, tanpa zat zat kmia yang
terkandung di dalamnya. Mereka juga tidak pernah mengkonsumsi makanan siap saji
yang banyak mengandung zat zat kimia yang perlahan lahan mengikis kesehatan
seperti kita.
2.3 Rohani
Rohani adalah sesuatu hal yang berasa diatas moral. Rohani
dikaitkan dengan hati, kalbu, jiwa, mental, fikiran dan sebagainya yang
mewujudkan sebagai suatu unsur peribadi manusia yang paling unik yang tidak
dapat dilihat oleh pancaindera. Tetapi gejala dalam kerjanya dapat dirasakan
misalnya: menangkap dan menyimpan pengertian, mengingat, berfikir, berkemahuan,
rindu, sedih, gembira dan sebagainya. Jika seseorang sehat rohaninya ia
akan memiliki kemampuan beramal yang tinggi, gairah bekerja dan bersemangat
untuk maju dalam kebaikan. Sebaliknya orang yang mengidap penyakit rohani akan
memperlihatkan kemundurannya dalam kemampuan bekerja, hilang gairah dan
semangatnya untuk maju. Yang menonjol hanyalah kelemahan dan kemalasan.
Kesehatan Rohani
Pengertian Kesehatan Rohani
Istilah "KESEHATAN MENTAL" di ambil dari konsep mental hygiene. Kata mental di ambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Jadi istilah mental hygiene dimaknakan sebagai kesehatan mental atau jiwa yang dinamis bukan statis karena menunjukkan adanya usaha peningkatan. (Notosoedirjo & Latipun,2001:21).
Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa:
“Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.
Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
Ciri-Ciri
Mental/ Rohani yang Sehat
Adapun cirri-ciri rohani yang sehat yaitu sebagai berikut:
1. Terhindarnya orang dari gejala - gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala - gejala penyakit jiwa(psychose).
2. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.
3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagian diri dan orang lain; serta terhindar dari gangguan - gangguan dan penyakit jiwa.
4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh - sungguh antara fungsi - fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem - problem biasa yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya.
Penyebab Penyakit Rohani
Gejala-gejala umum yang kurang sehat mentalnya, yakni dapat
dilihat dalam beberapa segi, antara lain:
Perasaan
Orang yang kurang sehat mentalnya akan selalu merasa gelisah karena kurang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.
Pikiran
Orang yang kurang sehat mentalnya akan mempengaruhi pikirannya, sehingga ia merasa kurang mampu melanjutkan sesutu yang telah direncanakan sebelumnya, seperti tidak dapat berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu pekerjan, pemalas, pelupa, apatis dan sebagainya.
Kelakuan
Pada umumnya orang yang kurang sehat mentalnya akan tampak pada kelakuan-kelakuannya yang tidak baik, seperti keras kepala, suka berdusta, mencuri, menyeleweng, menyiksa orang lain, dan segala yang bersifat negatif.
Upaya Menuju Kesehatan Rohani
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menuju
kesehatan rohani yaitu sebagai berikut:
1. Berolah raga. Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan mengobati depresi daripada obat-obatan.
2. Ekspresikan cinta. Memberi dan mendapatkan cinta kasih membuat hidup kita bahagia. Mencurahkan cinta kasih kepada keluarga, kerabat dan orang lain adalah kunci kebahagiaan rohani. Membantu orang lain membuat hidup kita lebih bermakna dan kehadiran kita diharapkan.
3. Kurangi Menonton Televisi, Film dan Video/Online Game. Menonton televisi, film atau bermain game berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Kekerasan dalam tayangan berita, film laga, dan game dapat mengurangi keseimbangan emosional, membuat depresi dan mempengaruhi respon emosi kita. Setelah melihat begitu banyak kekerasan, kita bisa tidak lagi mengenalinya sebagai kekerasan. Kilasan iklan televisi juga dapat menyebabkan indera dan otak kita overload dan kelelahan.
2.4 Akal
Akal adalah suatau
oeralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah satu dan
yang benar serta menganalisi sesuatu yang kemampuannya tergantung pengalaman
dan tingkat pendidikan pemiliknya. Akal berfungsi untuk mengigat, menyimpulkan,
menganalisa, menilai apakah sesuai benar atau salah.
Fungsi Akal
·
Akal
memiliki fungsi yaitu sebagai berikut :
·
Sebagai alat
yang strategis untuk mengungkap dan mengetahui kebenaran
·
Merupakan
potensi dan modal yang melekat pada diri manusia
·
Untuk
mengelola dan memakmurkan bumi dan seisinya.
·
Sebagai
tolak ukur akan kebenaran dan kebatilan.
·
Sebagai
alat untuk mencerna berbagai hal dan cara tingkah laku yang benar.
·
Sebagai Alat
penemu solusi ketika permasalahan datang.
Namun demikian,
bagaimana pun hasil akhir pencapaian akal tetaplah relatif dan tentatif. Untuk
itu, diperlukan adanya koreksi, perubahan dan penyempurnaan teru-menerus.
2.5 Hubungan dan Potensi Akal, Jasmani
dan Rohani
Pada dasarnya manusia adalah mahluk yang mulia. Manusia di karuniai akal dan
pikiran oleh Tuhan. Oleh karena itu kita harus mengetahui potensi akal itu
seperti apa dan bagaimana cara mengembangkannya.
Kata akal
sendiri berarti suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk
membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang
kemampuannya sangat tergantung luas pengalaman dan
tingkat pendidikan, formal maupun informal, dari manusia
pemiliknya. Dengan akal atau pikiran manusia dapat berkreasi, berkarya,
berbudi.
Akal
bias dikatakan pusatnya manusia. Jika kita memiliki akal yang sehat maka akan
sangat berpengaruh pada kehidupan sehr-hari kita. Karena setiap tingkah laku
kita tidak lepas dari akal. Kita berpikir menggunakan akal kita, tindakan bias
terjadi dari pikiran kita, jadi sangan berkesinambungan. Jika kita ingin
meningkatkan potensi akal kita, maka kita harus terus menggali.
Yang
berikutnya potensi jasmani. Jasmani sendiri yang berarti tubuh,jasad,bentuk
fisik dari manusia. Sebagai manusia yang sudah dikaruniai jasmani yang sempurna
oleh Tuhan, maka sepatutnyalah kita menjaga jasmani kita. Misalnya menjaga
kesehatan denga makanan-makanan yang sehat, juga kita melihat hal bermanfaat
apa yang dapat kita lakukan dengan jasmani kita. Kita bisa mengembangkannya
dengan berolahraga dan menjaga jasmani kita.
Kemudian
potensi rohani, rohani juga sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari
seseorang. Jika seseorang memiliki potensi rohani yang bai maka kehidupannya
akan baik pula. Masalah tentang rohani menurut saya sangat berhubungan antara
manusia dengan Penciptanya. Jika kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan
maka kita akn mendapatkan potensi-potensi rohani kita. Ini merupakan inti dari
kehidupan kita, karena dari hubungan dengan Penciptalah seseorang menentukan
akal mereka. Maskudnya jika seseorang ingin berpiliran tidak baik, jika dia
memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan maka pikiran yang tidak bai tersebut
akan hilang.
BAB
III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Dalam kehidupan, manusia memiliki akal, jasmani
dan rohani. masing-masingnya memiliki fungsi yang sangat vital tentunya.
Manusia sudah tentu memiliki akal akan tetapi jika ia tidak menggunakan akalnya
dengan baik maka ia kan tertinggal juga manusia memiliki jasmani, dimana
jika jasmani kita baik maka aktifitas akan lancar dan terakhir manusia memiliki
rohani yaitu ketuhanan, dengan Rohani yang baik maka ia pun akan damai.
DAFTAR PUSTAKA
RSS Feed
Twitter
21.28
Reyhan Ghozian